Dahsyatnya Dosa Riba | Paradigma Bintang

Dahsyatnya Dosa Riba

Di antara hal besar tapi dianggap remeh oleh sebagian manusia beridentitaskan diri sebagai muslim adalah ihwal dan status keberadaan perbankan konvensional yang jelas-jelas sampai detik ini divonis bertentangan dengan syariat oleh lembaga berotoritas sekelas Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mengapa divonis bertentangan? Akad-akad bathil dan praktek riba perbankan adalah penyebabnya. Ambil contoh sederhananya, jika anda meminjam duit ke lembaga perbankan sejumlah nominal 1 juta rupiah, terus anda diharuskan membayar 1,3 juta disitulah transaksi riba terjadi. Hal ini menurut agama dilarang, dikutuk, dan dilaknat. Pihak-pihak yang memfasilitasi terjadinya praktek riba adalah suatu golongan yang disebut agen riba, mulai dari direktur utama, komisaris, pimpinan cabang, pimpinan cabang pembantu, account officer, staf marketing, teller, customer service, kreditur adalah pelaku-pelaku riba yang dijuluki nabi sebagai pelaku zina dengan orangtua sendiri dan bahkan lebih dahsyat dinilai berzina dengan 35 orang.

Dahsyatnya Dosa Riba

Sederhananya, orang-orang itu adalah para pelacur perbankan yang diancam dengan dosa yang sangat berat. Coba anda bayangkan sendiri bagaimana dosanya berzina dengan orangtua sendiri dan berzina dengan 35 orang? Berzina dengan satu orang saja ancaman dosanya, shalat orang yang bersangkutan tidak akan diterima selama empat puluh tahun. Apalagi dengan puluhan orang? Tentu sangat mengerikan, tak terhingga dan parah sekali, pelaku riba sangat diancam nabi. Riba dan sejenisnya dewasa ini begitu menjamur, di sana-sini sering kita temukan praktek riba terjadi dan mengenai siapa saja. Coba perhatikan, berapa banyak lembaga finansial, kredit, rentenir, yang menawarkan pinjaman dengan segudang kembalian bunga yang tidak sedikit. Itulah riba, riba yang mencekik dan melenakan. Coba anda amati, kalau perlu lakukan survei, berapa banyak orang di sekeliling anda, di lingkungan terdekat anda yang tergelincir dengan praktek riba ini? Banyak kan? Bahkan orang yang jelas-jelas tahu dan paham akan larangan riba juga banyak yang tak kuasa melawan riba alias menjadi pelaku riba juga. Sesungguhnya,  inilah ujian sejati bagi siapapun yang mengaku muslim, berpihak pada riba atau menolaknya.

Sekedar bercerita, setelah beberapa waktu terakhir saya pernah melakukan observasi ihwal praktek riba dan orang-orang yang terjeremus di dalamnya. Saya menemukan fakta bahwa mayoritas mereka yang melakukan transaksi riba, rela menggadaikan agama dan akhirat karena mereka ingin memuaskan syahwat dan kepentingan duniawi. Gengsi, ingin merasa lebih dari yang lain, agar terlihat keren dan status sosial terangkat adalah sederet alasan para pelaku riba rela mendustakan ajaran agama yang melarang keras transaksi riba. Misalnya, berapa banyak orang yang harus ambil kredit perbankan untuk membeli mobil leasing hanya agar dibilang keren dan wow. Mengambil kredit untuk modal usaha, beli rumah dan sebagainya. Apalagi yang terbaru sekarang kartu kredit diobral di mana-mana. Orang dengan gampangnya berhutang dan berbelanja.
Di awal mereka senang, seperti dunia dalam genggaman, bisa beli ini itu, bahagia karena banyak orang yang melihat, seperti paling hebat sendiri. Namun demikian, hal seperti itu justru yang membuat pelaku riba semakin terlena dan terhanyut. Hari ini bertransaksi riba, besok lagi, lusa lagi, dan lagi. Akibat kebanyakan riba, kasih sayang Allah justru semakin menjauh. Allah membiarkan mereka padahal mereka dibiarkan untuk dibinasakan alias diadzab secara perlahan-lahan, inilah yang disebut istidraj. Berapa banyak orang yang bermodal riba, awalnya sukses namun pada akhirnya nyungsep, bangkrut dan gulung tikar. Berapa banyak para pelaku riba yang diberi goncangan-goncangan hidup seperti terkena penyakit kronis, kecelakaan, moral anak keturunan tak karuan, dan hal-hal yang tidak enak lainnya. Demikianlah bukti kebesaran Yang Maha Kuasa, tidak pernah salah, selalu benar. Karena itu, berpulang kepada ajaran-Nya adalah obat terbaik dari sekian obat yang ada.


0 Response to "Dahsyatnya Dosa Riba"

Post a Comment