Bulan Juni 2026 masih panjang, peringatan hari lahir Pancasila masih hangat, namun, deretan skandal anak bangsa yang dipercaya memangku amanah jabatan publik satu per satu mulai terkuak. Mulai dari mantan kepala Badan Gizi Nasiona (BGN) beserta matan dua wakilnya hingga wakil menteri Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) aktif, semuanya diamankan aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung karena disangka kuat telah berbuat curang, melakukan perbuatan pidana korupsi seperti penggemblungan anggaran operasional BGN hingga perkara pemerasan berkedok setoran.
![]() |
| Sumber Gambar: Antara Foto/M Risyal Hidayat |
Pertanyaannya, pertanda apakah
ini? Jawabannya, silakan tanyakan kepada hati mereka, sudah sejauh mana mereka
para tersangka korupsi berkomitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila? Tidakkah mereka
ingat sila pertama Pancasila? Sila kedua? Sila ketiga? Sila keempat? Dianggap apakah
sila-sila itu? Sekadar hapalan atau formalitas belaka? Rasanya memang iya demikian.
Pancasila tak ubahnya hanya pajangan dan pelengkap semata. Sebelihnya apa kata perut
dan kepentingan asal terabas.
Ironi, di saat sudah ada pedoman dan petunjuk dari negara bagaimana seharusnya menjalankan tugas dan kewajiban yang sesuai dengan rambu-rambu Ketuhanan dan empat sila sisanya, justru tuntunan tersebut diingkari, dan lebih tidak masuk akal lagi, pelakunya adalah mereka yang beerpendidikan tinggi S2 dan S3. Inilah yang marak terjadi di Indonesia, negeri yang sedari awal kelahirannya sepakat menjadikan Pancasila sebagai jalan hidup. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah justru mereka para negeri yang tidak punya Pancasila yang komitmen merealisasikan nilai-nilai Ketuhanan. Mereka secara akidah kepercayaan bukan muslim, bahkan ada yang sekuler, tidak bertuhan, namun, perilakunya jujur dan menjunjung tinggi integritas serta tidak mau kompromi dengan segala tipu daya korupsi. Benar-benar paradoks, mengaku berpancasila, namun, tidak punya sandar perilaku Pancasila. Semoga ada pembelajaran dari ini semua!

0 Response to "Berpancasila dan Berpendidikan, tapi Korup"
Post a Comment