Perang Iran vs AS-Israel 2026 Pecah, Timur Tengah Membara | Paradigma Bintang

Perang Iran vs AS-Israel 2026 Pecah, Timur Tengah Membara

Pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke ibu kota Teheran, Iran. Serangan yang diklaim sebagai pre-emptive strike atau serangan yang dilakukan sebelum pihak lawan melakukan serangan ini menargetkan kokasi-lokasi penting seperti kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kantor intelijen Iran, kantor Kepresidenan Iran, dan bahkan sekolah dasar putri di Iran juga tak luput dari serangan. Sebagai balasan, Iran menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Kuwait. Inilah perang yang sesungguhnya yang tidak lain adalah kelanjutan dari aktivitas politik dengan cara lain.

Sebelumnya, AS dan Iran telah menggelar serangkaian diplomasi untuk mendiskusikan tiga tuntutan besar terhadap Iran. Antara lain: program nuklir Iran, rudal balistik misil Iran, dan dukungan Iran terhadap proksi-proksi mereka seperti Hamas di Gaza, Hebollah di Lebanon, Khouti di Yaman. Iran diminta untuk menghentikan semua program mereka tersebut. Sayangnya, sampai diplomasi terakhir di Jenewa, Swiss, pada 26 Februari 2026, perundingan antara otoritas AS dan Iran yang dimediasi oleh pihak Oman berakhir buntu. Iran menolak tunduk dengan tuntutan perundingan AS. Kegagalan diplomasi ini dua hari kemudian berujung pahit, AS-Israel dengan pongahnya meluncurkan serangan udara mematikan ke wilayah Iran.

Perang Iran vs AS-Israel 2026 Pecah, Timur Tengah Membara
Sumber Gambar: BBC

Mereka berdalih, serangan ke Iran dilakukan untuk menghancurkan ancaman nyata Iran yang dianggap membahayakan bagi kelangsungan hidup negara AS-Israel. Mereka meyakini Iran memiliki senjata nuklir yang mengancam tatanan kawasan dan juga dunia. Pemimpin negara-negara di dunia segera mesrepon, dimulai dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres yang meminta pihak-pihak yang terlibat perang menghentikan perang dan segera melakukan dialog. Tak ketinggalan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan bersedia terbang ke Teheran, Iran untuk menjadi mediator. Tidak mau kalah, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim meminta AS, Israel, dan Iran melakukan gencatan senjata tanpa syarat dan melakukan diplomasi untuk menghindari terjadinya eskalasi konflik yang lebih meluas.

Perang Iran vs Israel-AS tahun 2026 sejatinya merupakan kelanjutan dari Perang 12 Hari yang pernah terjadi pada Juni 2025. Masing-masing pihak yang terlibat perang memiliki tujuan politik yang harus diwujudkan. AS dan Israel memiliki kepentingan politik agar Iran tidak memiliki senjata nuklir, menghentikan segala program pengayaan uranium nuklir. Sementara Iran bersikukuh bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai seperti untuk tujuan pembangkit listrik dan kesehatan. Bagi Iran, mereka tidak mau diatur-atur oleh AS, tidak mau tunduk dengan tekanan AS. Jika Iran dilarang memiliki program nuklir, mengapa Israel bebas memiliki nuklir. Tidak bertemunya tujuan politik masing-masing negara inilah yang kemudian memicu perangnya serangan udara AS dan Israel ke Iran tahun 2026.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa akibat serangan gabungan udara masif yang dilancarkan Israel-AS, media Iran seperti Tasnim dan IRNA memberitakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei dipastikan gugur sebagai martir Republik Islam Iran, negeri yang dipimpinnya semenjak tahun 1989. Selain kematian Khamenei, serangan Israel-AS terhadap Iran sedikitnya telah menewaskan lebih dari 200 warga Iran dan 700 warga Iran lainnya mengalami luka-luka (BBC, 1 Maret 2026).

Peran panas Israel-AS vs Iran di bulan suci Ramadan ini sangat brutal, kepemilikan senjata nukliran Iran yang tidak terbukti dijadikan alasan pembenar oleh AS dan Israel melakukan serangan barbar ke wilayah Iran. Padahal tujuan utama mereka adalah terjadinya rezim kepemimpinan Iran. Mereka berharap Iran dipimpin oleh orang-orang yang berpihak pada kepentingan politik mereka, bisa didikte, dan diajak kompromi.

Setidaknya akibat perang Iran vs Israel-AS tahun 2026 ini, kawasan Timur Tengah dalam kondisi yang sangat mencekam. Penerbangan banyak yang dibatalkan, Selat Hormuz yang menjadi salah satu kanal pelayaran dan distribusi barang-barang pokok dan migas ditutup. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump jilid kedua semakin hari semakin menunjukkan arogansinya.

Sebelumnya, pada 3 Januari 2026, ia memutuskan untuk menyerang Venezuela dan menangkap paksa Nicolas Maduro berserta istrinya. Kini, di akhir Februari 2026, Trump Kembali berulah dengan menyerang Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamanei. Benar-benar bertolak belakang dengan jargon perdamaian dan tujuan pendirian Board of Peace yang Trump inisiasi. Inilah Amerika Serikat, penuh standar ganda dan kemunafikan. Kita tidak pernah tahu, bagaimana sikap dan kebijakan Iran setelah kematian Khamenei ke depannya. Yang sudah pasti Timur Tengah saat ini penuh ketidakpastian dan potensi terjadinya eskalasi lebih lanjut masih sangat mungkin terjadi.

0 Response to "Perang Iran vs AS-Israel 2026 Pecah, Timur Tengah Membara"

Post a Comment