Anak-Anak Alam | Paradigma Bintang

Anak-Anak Alam

Lingkungan merupakan faktor dominan bagaimana seorang manusia terbentuk. Akan seperti apa dirinya, apakah cendrung menjadi pribadi yang naturalis atau tidak lingkungan lah yang menentukan. Jika kita dibesarkan di lingkungan yang dekat dengan alam, dekat dengan laut atau hutan misalnya, bisa dimungkinkan kita akan memiliki kecerdasan naturalis di mana orang lain yang tidak dibesarkan di lingkungan yang serupa dimungkinkan tidak memiliki kecerdasan naturalis yang kita punya. Begitulah hidup, selalu sesuai dengan fitrahnya, sesuai dengan ruang lingkup keseharian.

Anak-Anak Alam


Saat saya memiliki kesempatan hidup setahun bersama dengan anak-anak dan warga pulau, saya mendapatkan banyak pelajaran betapa hidup ini memang betul-betul unik. Dikatakan begitu karena saat hidup bersama mereka saya benar-benar disadarkan bahwa manusia memang sesuai dengan keseharian dan keseringannya. Bahwa manusia akan menguasai sesuatu yang memang sering ia lakukan. Anak-anak pulau adalah manusia yang terlahir dengan keistimewaan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh anak-anak kota. Mengapa begitu? Karena anak-anak pulau adalah anak-anak yang semenjak lahir, proses tumbuh kembang, besar hingga dewasa selalu berada dekat dengan alam, dengan laut. 


Keseharian mereka juga ya selalu bersama alam sekitar. Hidup dari apa yang disediakan alam, tidak bergantung  pada sesuatu yang ada di luar habitat mereka. Sebagai anak alam, anak-anak pulau sudah pasti jago memprediksi pasang surutnya air laut. Kapan pasang, kapan surut mereka paham betul, tahu pasti. Jika hendak bepergian ke luar pulau atau pulau sebrang, tahu persis pukul berapa harus berangkat, pukul berapa harus kembali? Anak-anak pulau juga pasti jago cari kekayaan laut seperti ikan, teripang, gurita dan sejenisnya, jago berenang, dan hal-hal lain berkaitan dengan laut.



Kelebihan-kelebihan seperti ini apakah dimiliki anak-anak perkotaan? Saya berani menjawab tidak. Begitulah hidup, segala sesuatunya berdasar keseharian, keseringan, dan kebiasaan. Bersama anak-anak pulau saya belajar kecerdasan naturalis, belajar memprediksi pasang surut air laut, belajar juga memancing, mencari gurita, menaiki sampan dan pompong. Sesuatu yang tidak pernah saya alami saat hidup di perkotaan.   

0 Response to "Anak-Anak Alam"

Post a Comment