Hikmah dari Undecima Madrid 2016 | Paradigma Bintang

Hikmah dari Undecima Madrid 2016

Minggu, 29 Mei 2016 adalah hari istimewa bagi Real Madrid. Hari itu menjadi saksi kejayaan klub bertabur bintang asal Spanyol tersebut merajai kompetisi kelas elit eropa, Real Madrid berhasil keluar sebagai juara liga champions 2015/2015 setelah mengalahkan Atletico Madrid lewat drama adu penalti (5-3). Laga yang berlaga di stadion Sansiro Milan, Italia ini harus ditentukan lewat adu penalti setelah dalam waktu normal 2x45 dan 2x15 kedua tim berbagi skor imbang 1-1. 

Bagi Madrid, gelar champions tahun ini terasa sangat spesial karena dengan tambahan satu gelar, berarti Madrid telah menggenggam trofi si kuping lebar sebanyak sebelas (11) kali atau kondang dengan sebutan Undecima, suatu prestasi sempurna yang belum dimiliki klub manapun di Eropa. Wajar, jika kemudian klub ini dinobatkan sebagai klub tersukses dan terbaik di dunia. Laga final champions tahun ini juga terasa sempurna karena lawan yang mereka kalahkan adalah klub sekota yang pada dua tahun sebelumnya (2014) juga pernah mereka taklukkan dengan skor telak 4-1 di Lisbon Portugal. Sungguh pencapaian fantastis, dalam tiga tahun terakhir, Madrid berhasil meraih gelar juara champions sebanyak dua kali.

Pemenang Liga Champions 2016Meskipun mengawali musim kompetisi 2015/2016 dengan segudang masalah dan sempat kesulitan, melalui pergantian manager lama Rafaeal Benitez awal Januari 2016, suksesor Zinedine Zidane berhasil membangkitkan Madrid dari keterpurukan dan disharmoni tim. Madrid dibuatnya kembali bertaji baik di kompetisi kasta domestik (La Liga) maupun kasta eropa (Champions). Sempat tertinggal jauh dari Barcelona dan Atletico, akhirnya Madrid finis sebagai runner up La liga 2015/2016 dengan selisih satu poin dari sang juara Barcelona.

Sempat diragukan bisa membalikkan keadaan atas Wolfsburg yang lebih dulu leading dengan agregat 2-0, akhirnya Madrid dii bawah tangan Zidane bisa menumpaskan perlawanan Wolfsburg dengan ageregat akhir 3-2, ketiga goal Madrid dicetak Cristiano Ronaldo. Hal ini membuat Madrid melangkah mulus ke Semifinal dan menghadapi Manchester City, di semifinal Madrid juga berhasil menghentikan laju City dengan agregat goal 1-0. Hasil yang cukup mengantarkan Madrid berjumpa kembali dengan Atletico di final. Dan ternyata sejarah terulang, untuk kedua kalinya di partai final Madrid mengandaskan mimpi Atletico meraih gelar juara champions untuk pertama kalinya. Kalau disaksikan di layar kaca, Atletico sudah memberikan perlawanan sengit bagi Madrid, bahkan mereka memiliki penguasaan bola yang lebih baik, namun kenapa lagi-lagi Madrid yang keluar sebagai pemenang? Berikut analisa saya.
  1. Madrid lebih siap menjadi juara, dengan pengalaman merengkuh 10 gelar liga champions sebelumnya, praktis menjadikan Madrid tim bermentalkan juara. Hal ini tampak dari mentalitas pemain Madrid yang santai, tenang, dan percaya diri. Mayoritas mereka adalah pemain dengan segudang pengalaman. Beberapa pemain yang membawa Madrid juara champions 2014 seperti CR7, Sergio Ramos, Pepe, Benzema, Bale, Modric di final tahun 2016 kembali memperkuat Madrid. Mental menjadi kunci sukses dalam apapun.
  2. Madrid memiliki materi pemain dengan kualitas di atas rata-rata, hal ini terbukti dengan suksesnya lima eksekutor penalti Madrid, tidak ada satu pun yang gagal. Kulitas diri juga merupakan kunci sukses dalam meraih apapun.
  3. Ampuhnya racikan strategi dan taktik Zidane, sempat diragukan, ternyata Zidane membayar lunas semua keraguan dengan prestasi gemilang. Dengan memadukan strategi, taktik warisan Ancelotti dan Benitez (Bertahan dan Menyerang) Zidane mampu membawa performa Madrid lebih baik dari sebelumnya. Termasuk juga ketepatan insting Zidane menunjuk lima algojo penalti (Lucas Vasques, Marcelo, Bale, Ramos, Ronaldo) yang semuanya sukses dalam menjalankan tugas. Visi, misi, stategi, serta taktik sangat penting dan menentukan dalam meraih sukses.
  4. Kerja keras pelatih, pemain, crew, dan kerja sama semua pihak juga menjadi faktor Madrid bisa merajai kompetisi kasta eropa tahun 2015/2016. Kerja keras dan kerja sama adalah keniscayaan dalam kesuksesan sebuah tim.             
  5. Artikel ini ditulis sebagai apresiasi khusus penulis untuk kesuksesan Madrid meraih gelar kesebelas (undecima) kompetisi liga champions.
  6. Atas nama pribadi dan atas nama Madridista, penulis mengucapkan Selamat! Congrats!           

0 Response to "Hikmah dari Undecima Madrid 2016"

Post a comment