Membangun Karakter Pemuda | Paradigma Bintang

Membangun Karakter Pemuda

Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang jatuh pada hari Rabu, 28 Oktober 2015 adalah tonggak peringatan kebangsaan yang sangat krusial bagi bangsa dan negara Indonesia. Tidak terkecuali bagi Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia penempatan Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. HSP yang ke 87 ini diisi PSP3 dengan menyelenggarakan acara Refleksi Kepemudaan 2015 bertemakan "Menjadi Pemuda Berkarakter Demi Terwujudnya Pemuda Indonesia yang Agamis, Berprestasi. Berdaulat, dan Berdikari". Acara ini digelar sebagai wujud komitmen dan kepedulian PSP3 sebagai penggerak, pendamping, pelopor pembangunan perdesaan terlebih bagi pemuda-pemuda desa se Kecamatan Samarang.

Peserta yang diundang adalah para pelajar SMP-SMA, Pemuda Karang Taruna dan KNPI. Acara yang juga dihadiri oleh Camat beserta jajarannya, Wakapolsek, Danramil, Tokoh Masyarakat, dan rekan-rekan pers ini berlangsung lancar dan sukses. Acara diawali dengan pembacaan alfatihah yang dipimpin oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan kemudian dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Vani Citra; pelajar dari SMAN 17 Garut, disambung lagi dengan pembacaan deklarasi Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh Ahmad Djama, S.Pd., dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Aceng Arif; tokoh ulama Samarang. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan prakata Ketua Panitia, saudara Zaldy Putra Pratama, S.Kom, dan disusul kemudian dengan sambutan Camat Samarang, Bapak Drs. Bambang Hafid, M.Si., sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Camat menjelaskan bahwa tantangan pemuda saat ini cukup berat, pemuda dihadapkan pada tantangan yang sangat mengancam jati diri. Krisis moral yang ditandai dengan maraknya pergaulan bebas, narkoba, seks bebas, dan fenomena-fenomena negatif lainnya adalah tantangan serius yang membelenggu pemuda dewasa ini. Karena itu, menjadi pribadi berkarakter positif adalah kunci agar pemuda tidak tergerus oleh pergaulan dan godaan yang merusak.

Setelah dibuka secara resmi, acara kemudian dilanjutkan dengan refleksi kepemudaan sesi pertama oleh Polsek Samarang, refleksi kepemudaan sesi ini banyak membahas tentang problematika dan dinamika kepemudaan ditinjau dari sudut pandang hukum. Pembicara menghimbau para pemuda peserta acara refleksi kepemudaan yang mayoritas masih pelajar untuk tidak macam-macam, dan tidak melakukan hal yang merusak. Pembicara juga meminta peserta refleksi untuk tidak coba-coba narkoba, membohongi orang tua dan guru serta menjauhi lingkungan yang tidak positif. Menurut pembicara, pemuda saat ini harus waspada dengan segala ancaman yang bisa merugikan masa depan mereka. Kenakalan yang sering dilakukan pelajar dan pemuda seperti membolos pada saat jam pelajaran berlangsung, merokok, dan keinginan mencoba-coba hal negatif seperti narkoba, miras, seks bebas dan lainnya harus dihindari dan dijauhi. Pembicara menjelaskan hal tersebut tidak mendatangkan manfaat apapun melainkan sebaliknya.  

Acara Refleksi Kepemudaan semakin meriah dengan kehadiran Ibu Hj. Siti Mufattahah, PSi., M.M., anggota DPR RI Komisi IX. Ibu Siti, demikian beliau akrab dipanggil sangat melebur dan membaur dengan masyarakat yang menjadi konstituennya. Sebelum menghadiri acara Refleksi Kepemudaan yang digagas PSP3 ini, beliau masih menyempatkan diri untuk berkunjung dan menemui warga kampung Engkol, Desa Tanjung Karya. Dalam paparannya, beliau mengajak para pemuda dan undangan yang hadir untuk merefleksikan perjalanan bangsa Indonesia yang sudah sekian tahun berdiri. Menurut beliau, peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 87 ini adalah momentum yang tepat untuk merenungkan sejauhmana peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan terdahulu yang termasuk di dalamnya para pejuang lahirnya sumpah pemuda yang kemudian menjadi cikal bakal sekaligus roh berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Beliau mengharapkan para pelajar dan pemuda untuk terus semangat belajar, berkarya dan berprestasi. Selain itu, beliau juga memotivasi para pemuda dan undangan dengan menceritakan (sharing) perjalanan hidup beliau mulai dari masa Sekolah, Kuliah, pasca kuliah hingga bisa menjadi anggota DPR RI yang tidak pernah beliau bayangkan sebelumnya. Bagi beliau, ditakdirkan menjadi anggota DPR RI adalah wadah untuk mengabdi, karena itu beliau tidak sungkan untuk sering turun ke masyarakat, termasuk menghadiri acara refleksi kepemudaan tingkat kecamatan yang diselenggarakan PSP3 ini. Selama menyampaikan Refleksi kepemudaan beliau juga tidak canggung untuk mengajak pelajar dan undangan berduet menyanyikan lagu muda-mudi. Di penghujung acara, beliau sempat menitikkan air mata, ketika menyanyikan himne Gajah Mada, yang tidak lain merupakan almamater ibu Siti. Menurut beliau, lagu tersebut sangat menyentuhnya terkait pentingnya pengabdian untuk negeri. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto-foto bersama beliau. Demikianlah rangkaian acara Refleksi Kepemudaan 2015 yang mengambil tema Menjadi Pemuda Berkarakter.       

0 Response to "Membangun Karakter Pemuda "

Post a comment