Sabtu pagi 22 Agustus 2026
merupakan pagi yang tidak biasa karena di pagi hari yang cerah itu saya mesti
mengawalinya dengan menghabiskan waktu di depan sebuah perpustakaan daerah yang
relatif baru diresmikan tidak genap dari dua tahun. Jadi, pagi itu saya
menghabiskan waktu akhir pekan saya dengan nongkrong beberapa waktu di halaman
depan Perpusda M. Tabrani Pamekasan. Sebuah pengalaman baru karena sebelumnya
saya hanya mengenal Perpusda ini ala kadarnya, bukan bernama M. Tabrani—hanya
sebatas Perpusda Kabupaten Pamekasan dan
fasilitasnya juga masih terbatas. Namun, pemandangan Sabtu pagi itu sangat
berbeda, saya sengaja memilih duduk nongkrong di area depan Perpusda M. Tabrani
karena saya ingin menikmati suasana akhir pekan di pusat keramaian Kota
Pamekasan.
Posisi Perpusda M. Tabrani yang
berada di perempatan jalan raya memiliki nunasa tersendiri bagi siapa pun yang
ingin duduk sejenak di area kursi yang terhampar kosong jika masih ada yang kosong
ya. Jadi, persis di depan Perpusda M. Tabrani ada beberapa slot kursi kosong
yang sengaja disiapkan untuk tongkrongan para pejalan kaki, pengunjung
perpustakaan, dan bagi siapa pun yang ingin duduk santai. Saya menggunakan
fasilitas ini hanya sebatas untuk melepas Lelah setelah sebelumnya melakukan
aktivitas jalan kaki dan menikmati makanan- minuman sambil mengamati suasana
perkotaan.
Perpusda M. Tabrani resmi menjadi nama Perpusda milik Kabupaten Pamekasan mulai Mei 2025 dan semenjak saat itu perpustakaan ini dibuka untuk umum. Suasananya jauh lebih nyaman jika dibandingkan sebelumnya. Makanya, jika kamu penasaran, segera saja berkunjung ke Perpusda M. Tabrani Pamekasan. Jika dibandingkan dengan perpusda lain yang ada di Madura, perpustakaan yang sempat mangkrak gara-gara bergonta-ganti kontraktor ini, hari ini tampak megah, keren, dan dapat direkomendasikan agar dikunjungi siapa pun sehingga oleh karenanya Perpusda M. Tabrani memang layak dikunjungi.
Penamaan Perpusda M. Tabrani sendiri merupakan sebuah penghargaan atas tokoh nasional bernama M. Tabrani. Beliau merupakan putra asli Pamekasan yang telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2023. Peran M. Tabrani sangat signifikan pada masa pergerakan nasional menuju Indonesia merdeka. Beliau adalah Ketua Kongres Pemuuda I dan penggagas bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang kemudian diadopsi dalam Kongres Pemuda II dan melahirkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Salah satu isinya adalah menjunjung tinggi bahasa bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


0 Response to "Suatu Pagi di Depan Perpustakaan Daerah M. Tabrani Pamekasan"
Post a Comment