Jahatnya Diazepam | Paradigma Bintang

Jahatnya Diazepam

Berawal dari penyakit cacar luar atao biasa dikenal dengan istilah herpes zoster saya pergi berobat ke dokter spesialis kulit di sebuah rumah sakit swasta. Setelah melakukan diagnosa yang dirasa cukup, dokter memberikan resep obat untuk saya ambil di bagian farmasi. Saya tidak tahu ternyata dari empat tablet yang harus saya konsumsi ada tablet Diazepam yang saya minum. Saya berpikir positif saja, tidak mungkin seorang dokter menjerumuskan pasiennya. Empat malam setelah saya minum Diazepam hari kelima saya cek urin di poli umum sebuah rumah sakit pemerintah, ternyata di luar dugaan hasil analisa laboratorium yang dilakukan petugas menunjukkan hal negatif, urine saya dinyatakan tidak normal. Hal ini kemudian membuat dokter yang memeriksa bertanya, "beberapa hari ini terakhir minum apa saja? Kok ini ada indikasi Napza?" Saya jawab, "beberapa hari ini saya sedang sakit cacar dan meminum empat tablet sebagaimana diresepkan dokter kulit yang memeriksa saya," jawab saya. Sejurus kemudian saya memperlihatkan foto obat yang saya konsumsi. Setelah melihat foto-foto tersebut, dokter bilang, "pantas, hasil tes urinenya negatif, yang diminum Diazepam," kata dokter tersebut. Lebih lanjut, dokter menjelaskan bahwa Diazepam itu pada awalnya dilarang, karena termasuk bagian dari jenis Psikotropika yang berfungsi sebagai obat penenang. Namun seiring waktu Diazepam dibolehkan secara terbatas di bawah kontrol medis dokter.

Jahatnya Diazepam

Diazepam sendiri diresepkan untuk saya minum agar saya bisa istirahat dan cepat ngantuk. Namun, sepengalaman saya selama empat hari minum obat itu biasa saja, saya merasa tidak ada reaksi apa-apa. Namun yang saya sesali adalah dampaknya itu yang cukup menyita waktu agar urine saya normal. Hari itu saya gagal mendapatkan bebas narkoba, dan diminta tes urine lagi satu minggu kemudian. Saya mengikuti saran itu, satu minggu berselang saya coba cek urine lagi, ternyata hasilnya nihil. Urine saya masih positif Diazepam, dan saya diminta untuk cek lagi satu minggu kemudian. Saat mau pulang saya disarankan untuk banyak minum air putih, minum juice. "Bismillah minggu depan balik lagi, InsyaALLAH sudah bersih," kata dokter yang prihatin dengan saya. Saya pun mengikuti saran dokter memperbanyak minum air putih dan juice buah. Seminggu kemudian saya memberanikan diri lagi untuk cek urine. Alhamdulillah, kali ini hasilnya negatif Diazepam. Berangkat dari sini, saya berhasil pulang membawa Surat Keterangan Bebas Narkoba. Begitulah jahatnya Diazepam, bukannya menyalahkan dokter kulit yang memberi resep Diazepam, kalau hanya untuk membuat pasien cepat ngantuk, agar bisa banyak istirahat, tidak perlu pasien tidak perlu Diazepam, CTM saja sudah cukup. Butuh waktu dua minggu lebih agar urine bisa bersih dari indikasi NAPZA.

Baca juga Cacar Ular dan Tindakan Medisnya

0 Response to "Jahatnya Diazepam"

Post a comment