Jika Kamu Gagal Menjadi Diplomat | Paradigma Bintang

Jika Kamu Gagal Menjadi Diplomat

Di antara sekian banyak karir impian yang didambakan banyak orang, profesi diplomat barangkali menjadi sesuatu yang paling diincar. Karir ini begitu prestisius, sangat istimewa, dan sangat cool. Mengapa bisa sedemikian wah? Jawabannya karena jika ada anak bangsa yang terpilih menjadi diplomat, ia tidak saja menjadi insan terbaik yang terpilih dari yang terbaik melainkan ia adalah wakil bangsa dan negara  dalam kancah dunia. Ia akan mewakili Indonesia dalam konstelasi global, menyuarakan sikap serta politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nama besar Indonesia ada di pundak mereka, para diplomat terpilih adalah kepanjang tangan presiden, mereka bekerja dan bertanggungjawab demi sebesar-besarnya kepentingan Indonesia. Hidup dan mati mereka pertaruhkan untuk menopang  terwujudnya kepentingan dalam dan luar negeri Indonesia. Tidak mengejutkan setiapkali rekrutmen dibuka ribuan bahkan puluhan ribu pendaftar menyerbu portal pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia untuk mendaftar dan bertarung menjadi diplomat Indonesia. 

Jika Gagal Menjadi Diplomat
Ibu Menlu Retno Marsudi adalah seorang Diplomat karir yang merintis karir sebagai diplomat dari bawah alias dari golongan III A, setelah menjadi Sarjana Hubungan Internasional UGM ia berhasil lolos seleksi diplomat Kemenlu RI

Tidak berimbangnya antara penerimaan dan penawaran dalam bursa rekrutmen pejabat diplomat, di mana hanya ada jatah (kuota) sekitar 75 orang, maksimal 100 diplomat baru dalam setiapkali tahun penerimaan  pegawai baru, tentu akan berdampak pada tidak terakomodasinya  ambisi semua pendaftar untuk terpilih menjadi diplomat. Karena kuota terbatas, maka diplomat yang terpilih pun juga terbatas. Karena itulah, bagi setiap pendaftar jabatan diplomat Indonesia, menyiapkan mental adalah hal mendasar yang harus dilakukan. Siapkan mental terbaikmu untuk menerima takdir sukses dan gagal dalam mengikuti rangkaian seleksi diplomat Indonesia.  Hal ini penting agar setiap kandidat diplomat sadar bahwa dalam setiap kompetisi pasti ada yang beruntung dan juga ada yang kurang beruntung. Bagi yang beruntung bersikap rendah hati adalah keniscayaan, dan bagi yang kurang beruntung dalam persaingan terbuka memperebutkan jabatan diplomat, legawa menerima kenyataan adalah suatu keharusan. Dengan begitu tidak perlu ada yang baper, stres, dan uring-uringan.

Gagal terpilih menjadi diplomat bukan berarti kiamat, makna lainnya adalah bahwa mungkin Tuhan menginginkan anda untuk terus berikhtiar,  terus belajar dan memperbaiki diri, siapa tahu di tahun rekrutmen berikutnya anda semakin matang dan lebih siap untuk menghadapi seleksi diplomat Indonesia. Itulah sisi positif dari suatu kegagalan, coba lagi dan lagi. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi. Selagi masih memenuhi persyaratan untuk mendaftar, coba saja. Siapa tahu di tahun tersebut anda sukses? Namun, jika memang anda sudah mencoba berulangkali dengan perbaikan yang maksimal namun tetap saja gagal maka saatnya berpikir bijak serta dewasa bahwa mungkin karir diplomat bukan jalan hidup anda. 

Ambisi menjadi diplomat boleh-boleh saja namun jika takdir anda bukan seorang diplomat maka sampai kiamatpun tidak akan pernah menjadi diplomat, di sinilah pentingnya mental diri, siapkan mental anda untuk menerima kemungkinan terburuk anda gagal menjadi diplomat. Bisa jadi anda gagal menjadi diplomat, namun anda sukses di karir dan bidang lainnya. Berpikir positif dan berbaik sangka kepada Yang Maha Kuasa adalah solusi pencerah yang bisa anda lakukan. Lantas, kalau ambisi menjadi diplomat gagal bahkan sudah berulangkali gagalnya, bagaimana langkah selanjutnya? Jawaban terbaiknya adalah carilah pelampiasan positif yang membuat anda bahagia dan bermanfaat! Caranya banyak, anda yang paling tahu perihal tersebut. Menjadi aktivis di berbagai bidang (sosial, seni budaya, kesehatan, kebangsaan, pendidikan, lingkungan, hukum, pembangunan desa, dsg), menjadi penulis, pembicara, vlogger-blogger keren, pendidik/pengajar, dan lainnya barangkali bisa menjadi obat penawar yang bisa membuat anda tetap optimis bahwa karir tidak melulu harus selalu menjadi diplomat. Ada banyak cara lain untuk berkontribusi dan memberi maslahat. Saya suka kata-kata bijak yang berbunyi: “Jka manusia tidak sukses meraih mimpinya (gagal), setidaknya ia masih bisa memberikan manfaat bagi sekitarnya”. Dengan Bahasa sederhana, gagal tapi bermanfaat.

0 Response to "Jika Kamu Gagal Menjadi Diplomat "

Post a Comment