Cerita PSP3 Merayakan Lahirnya Pancasila 2016 | Paradigma Bintang

Cerita PSP3 Merayakan Lahirnya Pancasila 2016

Di antara 365 hari dalam hitungan kalender masehi, ada satu hari yang sangat bersejarah yang telat disadari oleh pemerintah Indonesia. Hari itu adalah hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara, butuh  waktu yang cukup lama bagi pemerintah untuk benar-benar yakin bahwa lahirnya Pancasila memiliki makna dan arti yang sangat vital bagi eksistensi Indonesia sebagai negara-bangsa. 1 Juni 2016 bertempat di Gedung Merdeka Bandung, pemerintah di bawah nahkoda Presiden ketujuh Joko Widodo resmi menetapkan tanggal 1 Juni  sebagai Hari Lahirnya Pancasila. 
Cerita PSP3 Memperingati Lahirnya Pancasila 2016

Sebagai napak tilas, dahulu di zaman Orde Baru, pemerintah melarang peringatan 1 Juni sebagai lahirnya Pancasila. Apapun itu, kita patut bahagia akhirnya pemerintah membuktikan komitmen politiknya mau menghargai jasa besar para pendiri bangsa, tidak melupakan sejarah, dan mewujudkannya dengan tindakan nyata. Sebagaimana diketahui bersama, 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dengan memperkenalkan konsep Pancasila yang berisikan lima sila sebagai dasar dan landasan negara. Pidato Bung Karno 1 Juni inilah yang kemudian menjadi konsensus para pendiri bangsa bahwa dasar negara Indonesia berasaskan Pancasila yang sila-sila di dalamnya digagas dan digali oleh Bung Besar Ir. Soekarno. 

Sebagai pengetahuan, Ide dan inspirasi Pancasila lahir ketika Bung Karno dalam masa-masa pengasingan penjajah Hindia-Belanda di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur,  1934-1938. Menurut riwayat sejarah,  dalam periode waktu tersebut, Bung Karno sering merasa pusing, dan ketika rasa pusing mulai menyerang, Bung Karno melawannya dengan selalu pergi dan duduk di bawah pohon sukun berbatang lima sambil lalu menatap ke arah laut Ende. Di bawah pohon sukun inilah Bung Karno merenungkan dasar negara jika kelak Indonesia merdeka. Dalam perenungan di bawah pohon sukun itu Bung Besar kerap menghabiskan waktu berjam-jam hingga akhirnya menemukan lima mutiara yang beliau sebut sebagai Pancasila. 

Muatan-muatan di dalamnya merupakan ekstraksi dari kekayaan tradisi yang dimiliki Indonesia, bukan dari Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat ataupun Manifesto Komunis. Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah isi dari pidato Bung Karno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945 yang kemudian disepakati bersama sebagai dasar dan falsafah negara. Dengan adanya Keputusan Presiden Nomor  24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, mulai tahun depan, setiap 1 Juni menjadi hari libur nasional, hal ini untuk memperingati, mempelajari, menghayati, pesan-pesan yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi negara.   
  
Dan bertepatan dengan hari peringatan lahirnya Pancasila tahun 2016, penulis sebagai Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3) Kemenpora RI penempatan Kabupaten Garut tidak membuang percuma momentum berharga ini. Apalagi tiga bulan lagi PSP3 akan berakhir, karena itu PSP3 mengambil inisiatif dengan blusukan ke ruang-ruang kelas, meminta izin kepada guru-guru sekolah untuk masuk kelas dan memberikan pencerahan terkait esensi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekedar berbagi, dalam blusukan memperingati lahirnya Pancasila 1 Juni 2016 lalu, PSP3 menyampaikan makna dasar Pancasila, bahwa ia paduan dari dua kata, yaitu: Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti asas/dasar. Pancasila berarti lima dasar/asas Indonesia sebagai negara. Selain itu, PSP3 juga menyampaikan tokoh pencetus, penggali Pancasila yang tidak lain adalah Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, kisah teladan beliau, semangat dan perjuangannya untuk bangsa yang beliau cintai. 

PSP3 juga menyampaikan arti masing-masing sila dengan bahasa yang bisa dijangkau dan dipahami. Namun demikian, PSP3 lebih memberi porsi lebih pada penyampaian sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa yang saat ini banyak diabaikan. PSP3 mengaitkannya dengan banyaknya kasus kejahatan seksual yang kerap terjadi akhir-akhir ini dan banyaknya kasus kriminal lain (korupsi, membunuh, terorisme, dsg) yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. PSP3 juga mengaitkan dengan perintah tuhan terkait kewajiban puasa Ramadhan yang jatuh tidak lama (6 Juni 2016) dari peringatan lahirnya Pancasila. Bahwa pesan sila Pertama dari Pancasila adalah setiap anak bangsa mutlak harus tunduk pada ajaran Tuhan sesuai dengan agama yang dianut. Rusaknya sendi-sendi kehidupan bangsa karena banyak anak bangsa yang tidak lagi sejalan dengan amanat Pancasila, karena itu kembali kepada Pancasila dan mewujudkannya dalam praktik hidup adalah suatu keniscyaan demi terciptanya Indonesia yang sejati.

0 Response to "Cerita PSP3 Merayakan Lahirnya Pancasila 2016"

Post a comment