Sosialisasi Strategi Hidup Sehat 2016 | Paradigma Bintang

Sosialisasi Strategi Hidup Sehat 2016

Acara Seminar dan Sosialisasi Hidup Sehat 2016 yang digagas oleh Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3) Kemenpora RI penempatan Desa Tanjung Karya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, berhasil diselenggarakan Rabu (20/4/16), bertempat di aula desa Tanjung Karya. Acara yang fokus pada pengenalan kesehatan dasar ini memuat tiga materi pokok, antara lain: Menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI), Memerangi Narkoba, dan Menciptakan Lingkungan Sehat. Acara dihadiri oleh Babinsa, perwakilan Puskesmas Sukakarya, kader-kader posyandu, para Ketua RW, dan pengurus Pamsimas desa Tanjung Karya.

Acara yang sedianya dimulai pukul 08.00 WIB, molor dua jam, diakibatkan oleh kesembronoan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebut saja kepala desa yang tidak hadir tanpa konfirmasi yang jelas kepada penanggung jawab (PJ) acara padahal ia sudah beberapa kali ditemui langsung oleh PJ untuk koordinasi acara bahkan semenjak dua bulan sebelum hari H, sebagian besar aparatur desa yang acuh tak acuh dan tidak hadir, sekdes yang tidak komitmen dengan janji untuk menyediakan media microfon dan sound system yang layak, undangan dari kecamatan dan kabupaten yang telatnya melebihi batas toleransi. Inilah mentalitas manusia yang nyata terjadi, memalukan dan menyebalkan. Parah! Tapi kebangetan. 

Apapun itu, PJ acara bertekad bahwa acara harus tetap berjalan. Dengan berdamai dengan semua kejengkelan, acara akhirnya mulai berjalan dengan dipandu oleh Moh. Hapid, MS, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Samarang, dibuka dengan Alftihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Apit, Sekretaris Posyandu Tanjung Karya, disambung kemudian dengan sambutan dari Moh. Zahirul Alim, S.IP, PSP3 Kemenpora selaku Penyelenggara dan PJ acara. Dalam sambutannya, PJ acara menyampaikan bahwa ia sangat kecewa dan sedih dengan apa yang terjadi, ada pihak-pihak yang tidak tahu diri yang mencoba untuk mengacaukan acara dengan segala modusnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa kejadian memalukan tersebut harus diambil hikmahnya.

Selebihnya, ia menyampaikan bahwa acara seminar dan sosialisasi strategi hidup tahun 2016 yang diselenggarakan di desa Tanjung Karya dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pencerahan bahwa hidup sehat adalah dasar dari segalanya. Menurutnya, jika manusia sehat maka ia bisa leluasa beraktivitas dan berkarya. Lebih lanjut, ia menjelaskan maksud dari tiga materi seminar dan sosialisasi yang digagasnya. Menurutnya, di antara masalah-masalah kesehatan yang paling mendesak dan penting untuk diketahui warga adalah narkoba, AKB-AKI, dan Kesehatan Lingkungan (Kesling). Ketiganya sangat dekat dengan keseharian manusia, karena itu, mengenal dan memiliki strategi ampuh mengatasinya adalah sangat krusial.

Kejahatan narkoba misalnya, benar-benar mengancam sendi kehidupan manusia, tidak terkecuali Indonesia yang sedang darurat nerkoba. Angka penyelahguna narkoba Indonesia per tahunnya cendrung naik, di mana angka kematian per bulannya mencapai 50 orang dan tiap tahunnya ada 18.000 orang mati sia-sia akibat narkoba (data BNN 2015). Karena itu, ia sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa Indonesia dalam darurat narkoba. Lebih lanjut PJ menjelaskan bahwa masalah AKB-AKI juga masalah penting yang mesti menjadi perhatian bersama, merujuk pada data dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) per tahun 2012, angka kematian bayi (AKB) sebesar 32 per 1.000 angka kelahiran hidup, angka kematian bayi lahir sebesar 19 per 1.000 angka kelahiran hidup. Dan angka kematian ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 angka kelahiran hidup.

Dari data tersebut, dipastikan ada ribuan ibu dan bayi mati per tahunnya dengan penyebab utama adalah pendarahan, hipertensi, dan infeksi. Pun demikian dengan kesehatan lingkungan, PJ menjelaskan masalah kesling juga penting diketahui, dan diamalkan warga karena lingkungan sehat akan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup. Salah satu indikator kesling adalah adanya sanitasi dan jamban sehat yang memadai. Namun dalam praktiknya, setelah PSP3 melakukan pengamatan selama kurang lebih satu tahun delapan bulan, warga desa Tanjung Karya yang memiliki jamban sehat dan layak hanya sekitar 10-15 persen dari populasi yang berjumlah kurang lebih 6.000 warga. Sesuatu yang sangat memprihatinkan, PJ menyampaikan ia turut bersyukur desa Tanjung Karya tahun 2015 mendapatkan proyek Pengadaan Air Minum Bersih Masyarakat (Pamsimas) dari APBD Garut. Menurutnya, proyek Pamsimas adalah momentum berharga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan sehat yang dimulai dari hal dasar seperti kepemilikan jamban, tidak BAB di balong, dan di tempat terbuka. Demikianlah sambutan dan penjelasan PSP3 selaku PJ acara.
 


Selanjutnya disambung dengan sambutan dari perwakilan Kades yang dalam hal ini disampaikan oleh Ketua RW Jajang Rokhimat S.PD.I, dalam sambutannya, Jajang lebih menekankan pentingnya mewaspadai bahaya narkoba dan variannya seperti oplosan yang banyak memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Berikutnya, disambung dengan sambutan dari Sekretaris Camat (Sekmat) H. Syihabuddin S.Ag., dalam sambutannya Sekmat menitikberatkan pada pentingnya Kesling sebagai dasar hidup apalagi desa Tanjung Karya sudah mendapatkan proyek Pamsimas. Ia mengharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya sanitasi dan jamban sehat demi terciptanya taraf hidup yang berkualitas. Diharapkan deangan adanya Pamsimas, desa Tanjung Karya segera menjadi desa yang berstatus Open Defecation Free (ODF) alias bebas dari pembuangan BAB di tempat terbuka. Sekmat kemudian mengakhiri sambutan dengan membuka secara resmi seminar dan sosialisasi strategi hidup 2016 yang bertemakan: “Menuju Terciptanya Masyarakat Desa yang Berwawasan Medis dan Berperilaku Sehat”.
                   

Setelah resmi dibuka acara kemudian dilanjutkan dengan materi pertama tentang Kampanye Strategi Memerangi Narkoba, materi ini disampaikan langsung oleh Moh. Zahirul Alim S.IP., PSP3 Kemenpora RI penempatan desa Tanjung Karya. Pemateri mengawali materi dengan memberikan tontonan video tentang kondisi darurat narkoba di Indonesia, lalu ia mulai mengkampanyekan pentingnya kesadaran warga untuk bersama-sama memerangi narkoba. Menurutnya narkoba adalah kejahatan paling top yang sangat merusak dan membunuh kehidupan manusia. 

Pemateri menjelaskan pengetahuan dasar tentang apa itu narkoba, jenis-jenisnya, bahayanya, dan diakhiri dengan strategi memeranginya. Pemateri menjelaskan beberapa strategi jitu memerangi narkoba, di antaranya: mencintai diri (love your self!), menjauh dari lingkungan yang tidak kondusif, orang tua jangan apatis dengan anak, sinergi dan kerjasama semua pihak. Setelah sesi narkoba acara kemudian dilanjutkan dengan materi tentang Strategi Menciptakan Lingkungan Sehat, yang disampaikan oleh A. Yana Supriatna, S.ST, pegawai bidang Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Selanjutnya disambung dengan materi tentang Menekan AKB-AKI yang disampaikan langsung oleh Rika A.Md.Keb., bidan desa Tanjung Karya. Dengan segala kekurangan yang ada, alhamdulillah acara dapat terselenggara dan bisa diakhiri dengan foto bersama para peserta dan pemateri.        

0 Response to "Sosialisasi Strategi Hidup Sehat 2016"

Post a comment